Juli 23, 2009
Juni 08, 2009
Metamorfosis Kelas Akselarasi menjadi Kelas CI
Juni 04, 2009
This is Our Castle
This is our castle, kelas 3 Akselerasi yang terdiri dari 15 Anak yang termasuk dalam daftar Anak Cerdas Istimewa yang sesuai dengan kriteria yaitu IQ di atas 125, task qomitmen, mereka adalah :Mei 25, 2009
Kisah seputar UASBN
Ujian akhir sekolah Senin sampai Rabu tanggal 11- 13 Mei 2009 aku mendapatkan tugas mengawas UASBN di SDN Kedung Badak 1 sebuah sekolah yang berada di pojok asrama polisi yang sering disebut dengan asrama teplan, SD tersebut mengingatkan aku pada masa kecilku dengan sebuah rumah penjaga sekolah yang berdiri pada sekitar tahun 1975 saat itu aku masih usia SD, tempat aku belajar dan sekolah.
Rumah dinas tersebut dibangun dari dana Inpres, saat bapak dan ibu masih bertugas di SDN Situ Ilir 1, Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor
Hari pertama aku mengawas aku datang yang pertama sebelum para pengawas lain datang, waktu menunjukkan pukul 06.30 aku disambut oleh seorang ibu kepala sekolah yang berusia kurang lebih 58 tahun aku tahu sebab beliau mengatakan ,”Ibu mah 2 taun deui oge bade pangsiun ,Neng”
Aku disambut oleh si Ibu kepala sekolah … siapa namanya ya… (gat au tuh, keterlaluan banget ya.. tiga hari mengawas tidak tahu nama Si Ibu...)
Aku masuk dan disambut dengan hangat dan di terima di sebuah kantor yang berasal dari rumah dinas penjaga sekolah yang berdiri pada jaman Inpres...bentuk rumah, dapur ruang tamu, kamar mandinya serta baunya punsungguh- sungguh mengingatkan aku pada masa kecilku....seperti dezavu... tapi itu kenyaataan.
Hari pertama aku dipasangkan dengan seorang guru muda yang sedang sukwan di SD Pondok Rumput 1, lagi- lagi aku lupa namannya. Hari ini kulalui tanpa ada sesuatu yang istimewa, aku hanya sekedar sharing tentang kehidupan yang intinya adalah hidup ini sebagai ibadah jadi harus di jalani dengan ikhlas.
Hari kedua Selasa, 12 Mei aku ingat hari ini adalah hari ulang tahun ”Pangeran”,tapi aku sengaja tidak mengirimkan SMS selamat ultah untuknya karena aku takut kecewa dengan jawabannya yang cuma ”Ok. Thanks alot ya..., sebab aku berharap ingin lebih dari itu atau ingin seperti jawaban yang pertama yang masih dan akan selalu kuingat bahkan masih menyimpannya sebelum Hpku hilang. Saat itu ia menjawab ”Thanks for your kindness and attention . that’s surprise for me. Nuhun (tahukah sobat saat itu aku langsung smile- smile alone, mendapat balasan seperti itu, sebab ketika temanku yang lain melakukan hal yang sama, sang pangeran cuma jawab “thanks mom, biar aja aku di bilang geer, I don’t care…
Kembali ke pengawasan UASBN, hari kedua berpasangan dengan seorang ibu yang sudah mau 2 tahun lagi pension dan sedang mempersiapkan sertifikasi otomatis bernama Ibu Sri… sri apa ya…Beliau seorang guru agama yang sangat istiqomah, (iyalah guru agama mah harus istiqomah atuh…aqu aja istiqomah he..) Beliau mengajariku tentang kehidupan dan hal- hal penting yang harus aku lakukan dalam mengarungi kahidupan terutama untuk masa depan anak- anakku antara lain aku harus selalu melaksanakan tahajud sebanyak 12 rakaat yang diawali dengan shalat taubat 2 rakaat dan diakhiri dengan witir, perbanyak membaca Al-Quran setiap pagi dan petang, dan memperbanyak dzikir juga membentengi iman. Ya Allah berilah aku kemudahan untuk melaksanakan hal tersebut, sebab hal- hal yang ia jalani sekarang ia telah berhasil menjadikan anak- anak bu Sri menjadi Sarjana semua dengan pekerjaan yang sangat mapan dan masih tetap menghormati dan menyayangi ibu bapakkya.
Hari ketiga ketika aku harus mengawas berpasangan dengan seorang ibu yang berasal dari Ambon dengan nama Bu Ann, atau Ibu Jianne Antapari, aku ngobrol mengenai asal- usulnya, ternyata setelah di telusuri, pertama kali ia ditugaskan dari Ambon ia mendapat tugas di SD Cibening kecamatan Cibungbulang, aku memutar memoriku , dan teringat pada seorang guru yang berasal dari yogyakarta, yang sering membawakan aku susu skim yang berasal dari gereja katedral, yang bernama Ibu Kristina Wartini, ketika abu sebutkan nama tersebut ternyata ibu Ann mengenali Ibu Wartini tadi, setelah di usut dan aku menyebutkan nama ibu dan bapakku, ternyata Bu Ann ini sering berkunjung ke rumah masa kecilku di Desa Situ Ilir kecamatan Cibungbulang untuk mengunjungi ibu dan bapak, pantas saja aku merasakan aura masa kecilku yang telah kulalui kurang lebih tiga puluh tahunan.
Hari ini pula disela- sela waktu aku mengawas tiba- tiba saja aku teringat pada pangeranku, karena aku mempunyai perasaan ingin sekali berbicara dengannya ya.. just for say hello, tiba- tiba HP,SMS ku bergetar. Isinya adalah “Ceu ditanyain pangeran tuh… dst… sekali lagi ini adalah bukan kebetulan sebab Allah akan memberikan sesuatu sesuai dengan prasangka umatnya.
aku berprasangka ia ingat padaku..kejadiankan … sebab ini adalah yang kedua setelah aku ditelpon olehnya ketika aku sakit, sebelumnya aku merasakan dia dan dia membicarakan aku…
Satu minggu aku mengawas ujian kelas enam, tiga hari di SDN Kedung Badak 1, tiga hari berikutnya aku mengawas di sekolah, selama itu pula aku tidak pernah turun ke kelas 3 A untuk sekedar mengecek keadaan kelas, entah sengaja atau kebetulan yang pasti aku tidak ingin mencari – cari alasan untuk datang ke bawah, karena kelasku memang berada di bawah. Sesungguhnya aku sangat jenuh dengan pekerjaanku yang setiap harinya harus mengisi daftar hadir peserta senganyak tiga halaman dengan masing- masing menuliskan nomor dan nama peserta yang pararanjang, Sabtu adalah hari terakhirku mengawas, awalnya aku ingin membersihkan debu- debu kelasku tapi tiba- tiba harus meeting tentang EHB semester genap di ruang guru, jadilah aku membatalkan niatku.
Aku memasuki ruang pengawas untuk makan siang bersama kawan- kawan pengawas sebelum meeting, tiba- tiba HPku berbunyi… “pangeran calling”… what happened my man…? Aku jawab sapaannya, dengan menembak bergaya narsis, ‘kangen ya…, ya sekedar menebak-nebak, pada moment ini yang sebenarnya biasa saja terjadi pada siapapun….akhir percakapan Pangeran bilang “ya…sono aja”, (kwew…kwew….)aku tahu dan yakin sekali itu dilakukan hanya untuk “have fun, seperti yang aku lakukan dan aku rasakan untuknya … aku hanya ingin ini semua terjadi untuk menghibur diri dari kejenuhan di sela- sela rutinitas kerja, and I hope nothing to loose
April 27, 2009
Thanks for your Care
Di balik itu semua akhirnya aku tak, sesorang memperhatikan bahwa aku tidak ada dalam "peredaran" aku tidak peduli ini geer atau bukan yang pasti kalimat itu ia katakan sendiri setelah sebelumnya ia memberiku sebuah kejutan dengan menyanyikan lagu "Happy birthday" spesial untukku. Tiba- tiba ia menelponku ketika aku tidak masuk karena sakitku yang tidak dapat ditahan lagi, sebetulnya hal tersebut sudah bukan lagi kejutan untukku karena sebelumnya beliau beberapa kali telfon untuk kepentingan pekerjaan, sekarang aku sudah tidak lagi merasakan ada kemistri diantara kami, karena seiring berjalannya waktu, aku hanya mengganggapnya sebagai teman biasa, walaupun di satu sisi aku masih tetap menjadikan ia sebagai seorang "idol"
Tapi apapun itu aku tetap ingin mengucapkan "thanks a lot for your care and you're the best...
April 16, 2009
Ema in Memoriam
‘ Mencoba bertahan dia atas puing- puing cinta yang tlah rapuh…” dari Rossa dan Pasya Unggu
Nada panggil pada HP tiba- tiba berbunyi saat aku shalat magrib di sebuah mushola kecil di tempat parkir Kimia Farma jalan Ir. Hj Juanda Bogor. Untuk mengantar Yudha ke Dokter THT, karena telinganya sakit.
Pasti ini sebuah berita penting yang mengganngu dan membuyarkan kekhusukan shalat magribku. Aku terus melanjutkan shalatku, setelah selasai berzikir kemudian kubuka HPku ternyata dari Dede adikku, aku telpon balik ia memberitahuku dan berkata “Mak Citayam meninggal…
Aku tidak tahu harus bilang apa, dengan refleks aku mengucapkan
”iinnalillahi wa innalillahurojiun, tapi dikuburkan?” Jawabku dengan gaya selengean,
”Ya.. Iyalah.... katolik juga manusia harus dikubur......” jawab Dede.
Tak ada rasa sedih dan kehilangan ketika aku mendengar nenekku meninggal, tak pernah ada kenangan indah yang aku rasakan dengan memiliki seorang nenek seperti layaknya seorang cucu. Mungkin ini disebabkan oleh perbedaan keyakinan yang dipilih oleh pihak kami.
Nenekku seorang yang berasal dari keturunan Tionghoa dan Belanda bernama Gow Hok Shie, awalnya beragama Kong Hu Chu, kemudian pindah ke agama Katholik ketika pemerintahan Suharto melarang agama Kong Hu Chu, sementara sang kakek telah lama minggalkan nenek sebelum Ibu menikah dengan Bapak, jadi ibuku adalah seorang mualaf ikut Bapak yang beragama Islam. Maka aku jadilah seorang anak yang beragama Islam sejak lahir.
Kedekatanku dengan nenek tidak seperti kebanyakkan orang yang senang jika mempunyai nenek. Ema adalah panggilan nenek atau lebih spesipic lagi adalah Ema Citayam (to be continue)
April 01, 2009
6 Keinginan 6 Pula Syaratnya
Berkata Imam Ali a.s : Seorang lelaki datang kepada Rasulullah SAW dan berkata ”Ajari aku suatu amalan yang membuat aku dicintai oleh Allah, dicintai para mahluk, Allah mempernbanyak hartaku, menehatkan badanku, memenjangkan umurku, dan memnangkitkan aku di mahsyar bersamamu!”
Rasulullah SAW dan bersabda,”Permintaanmu yang 6 perkara memerlukan 6 perkara yang lainnya, yaitu:
· Bila engkau ingin dicintai Allah, takutlah kepada-Nya dan bertakwalah
· Bila engkau ingin dicintai dicintai para mahluk, berbuat baiklah kepada mereka dan jangan berharap sesuatu dari yang mereka miliki.
· Bila engkau ingin diperkaya dalam harta, maka zakatilah harta bendamu.
· Bila engkau ingin disehatkan badanmu, maka perbanyaklah sedekah
· Bila engkau ingin diperpanjang umurmu maka bersilaturahmilah dengan kerabatmu.
· Bila engkau ingin dikumpulkan bersama dipadang mahsyar, maka perpanjanglah sujud kepada Allah yang Maha Esa dan Maha perkasa.”
(Dari Stories to live Haidar Bagir)
Maret 21, 2009
Tuhan Tolong Diriku
Sebagai hambaNya, aku hanya meminta tolong pada Allah SWT, ketika merasa sesuatu yang tidak enak di sekolah maupun di rumah atau dimanapun karena aku yakin semua yang terjadi pada diriku atas kehendak Allah. Segala sesuatu akan selalu berhubungan tarik menarik seperti sebuah prasangka yang baik pasti akan mendatangkan kebaikan maka sebarkanlah selalu kebaikan dimanapun dengan tidak mengharapkan balasan dari orang yang tersebut.
Firman Allah dalam Alqu'an :" Aku akan mengikuti prasangka hambaku, dan aku akan senantiasa menyertainya apabila ia berdoa kepadaKu"
Segalanya berawal dari prasangka atau perasaan setelah itu mengarah ke pikiran kita. Dan kita adalah manifestasi dari Dan kita adalah manifestasi dari asmaul husna Allah salah satunya Al-Khalik. Manusia itu dengan pikirannya mampu menjadikan pikiran itu menjadi wujud nyata.
Aku hanya mencoba untuk mengingatkan kembali bahwa akal pikiran itu sendiri asalnya dari mana? Bagaimana Anda bisa berfikir? Dari hati yang dimiliki Allah. Jadi apapun yang ada pada diri Anda berasal dari Allah bukan dari diri kita,
Jika dihubungkan dengan contoh konkretnya adalah beberapa waktu yang lalu tiba- tiba aja aku pengen banget makan mie golosor, aku datang ke ruang rapat eksul telah menyediakan mie golosor dan bala- balanya plus sambel dalam keadaan lapar aku melahapnya dua sekaligus, alhamdulillah.
Begitu juga hari ini, pagi- pagi aku sudah yakin akan menggunakan baju warna hitam, tiba- tiba aku bepikir "Dia pake baju hitam juga tidak ya?" kalau dia pakai baju hitam terlihat lebih cute dari biasanya, tiba di sekolah aku melihatnya memakai baju hitam.
Maka keyakinan mana lagi yang bisa kita ingkari jika Allah sudah berkehendak, untuk itu kita hendaknnya selalu berbuat dan berprasangka baik sambil terus berdoa karena pasti Allah akan memberikan apa yang kita harapkan. Seperti halnya aku sangat mengharapkan bisa menunaikan ibadah Haji pada dalamwaktu lima tahun ke depan, karena sekarang aku sedang berusaha untuk
menuju jalan tersebut, Amin
Februari 20, 2009
Untuk Seorang Pangeran Impian
Dan Aku Bertanya…

Aku bertanya pada dunia
Mengapa
Seringkali cinta terasa ketika baru berpisah
Dekatnya adalah dinamika
Dan jauhnya kemudian rindu yang membuncah
Aku juga bertanya pada dunia
Mengapa
Perjumpaan terasa begitu luar biasa
Ketika justru tak lagi bersua
Jika canda tawa adalah keeping uang di sisi pertama
Adakah tangis dan duka juga kemestian di sisi sebaliknya?
Aku bertanya padamu, dunia
Mengapa
Selalu tertinggal kenangan yang tak mampu memudar
Walau waktu juga semakin berjalan
Ingatan tak dapat hilang dalam sekejap pandangan
Jawab saja, dunia
Jika putaran waktu tak lagi dapat dimainkan
Dan siang-malam berganti hari berikutnya
Mengapa
Kesedihan tak jua mau hilang
Dan berganti menjadi keikhlasan
Atas segala putusan?
Baik, dunia
Jika itu mau-Nya
Apa lagi yang harus kukata
Walau luka
Walau mengalir airmata
Dan belum lagi menyusut darah
Kukembalikan segalanya pada
Sang Penggenggam Jiwa
Agar tetap lindungi ia
Dimanapun berada.
“Kasih sayang itu titi
Kasih sayang penghubung hati
Kasih sayang itu tali
Kasih sayang pengikat diri
Dari kasih timbul simpati
Dengan sayang ada persaudaraan
Karena kasih ingin berbakti
Saling sayang, maaf-memaafkan
Kasih sayang itu baja
Kasih sayang penyubur jiwa
Kasih sayang itu penawar
Penguat cinta penghapus duka
Kasih manusia sering bermusim
Sayang manusia tiada abadi
Kasih Tuhan tiada bertepi
Sayang Tuhan janji-Nya pasti…
Tanpa kasih sayang Tuhan
Tiada simpati tiada persaudaraan
Tanpa kasih sayang Tuhan
Tiada bakti tiada kemaafan
Kasih sayang itu titi
Kasih sayang penghubung hati
Kasih sayang itu tali
Kasih sayang pengikat diri
Kasih sayang pada semua
Kasih sayang sesama kita
Kasih sayang oh dunia
Moga selamat di akhirat sana...”
(Kasih Sayang – Raihan)
Di kutip dari Fathiana.blogspot.com
Aku ingin kamu menunjukan "something special for me"
Februari 03, 2009
Menebar Benih- benih Impian
"Bermimpilah, pasti Tuhan akan memeluk mimpi- mimpimu"
(Arai, Tetralogi Laskar Pelangi)
Mimpi memiliki komputer sendiri di kelas tempat aku mengajar, berawal dari rasa kesal dan kecewa ketika pekerjaanku harus segera diselesaikan, sebagai guru setiap akhir semester aku harus mengolah nilai- nilai rapor. Sebetulnya bisa saja mengerjakannya menggunakan cara manual, namun aku tidak ingin dikatakan sebagai guru yang "jadul" atau "guru SD banget" yang tidak bisa memanfaatkan teknologi, sebab sejak ada komputer kurang lebih tahun 1994, aku sudah terbiasa dengan komputer.
Hambatan sering kali terjadi setiap awal tahun pelajaran harus membuat berbagai jenis administrasi kelas, di sekolah harus antre atau berbagi waktu dengan teman-temanku sesama pemakai komputer di sekolah.
Kejadian tersebut sering kali terjadi berulang- ulang, sejak saat itu aku bermimpi untuk memiliki komputer sendiri dikelasku.
Alhamdulillah awal Januari 2009 mimpiku untuk memiliki komputer sendiri di kelas terwujud, dengan jalan Allah, kelasku mendapat bantuan E- learning dan Dana Operasional dari Direktorat PSLB, walaupun ada juga temanku yang mengatakan, "bantuan tersebut berlaku untuk kaum duafa" Kalau memang bantuan tersebut hak anak Indonesia, why not? Di negara- negara maju semua fasilitas sudah tersedia dengan gratis. aku tidak peduli yang penting aku mampu bersyukur dengan apa yang kumiliki dan dapat memanfaatkan sebanyak- banyaknya apa yang aku miliki dengan demikian Allah pasti akan memberi nikmat yang lebih banyak.
Sejak saat itulah aku terbangun dari tidurku untuk menebar benih- benih mimpiku dan aku siap menuai kebahagiaan lain yang akan diberikan jalannya oleh Allah yang memeang harus dicari dan diciptakan sebagai sebuah obsesi.
Sebab semua yang aku milik berasal dari mimpi- mimpi, seperti kabahagiaan- kebahagiaan yang aku miliki sekarang berawal dari mimpi dan rasa syukurku dengan segala jalanNya seperti firman Allah yang selalu diulang - ulang dalam surat Ar- Rahman"Maka nikmat Tuhan manakah yang engkau dustakan?"
Kini aku mulai lagi bermimpi agar bisa menunaikan ibadah haji bersama dengan keluargaku, untuk dapat mewujudkan mimpi tersebut aku harus menyebarkan energi- energi positif pada orang - orang yang ada di sekitarku, sebab energi tersebutlah yang membuat kita dapat mewujudkan sebuah obsesi, selain berusaha dan berdoa tentunya.
Mimpi berdasarkan kamus artinya ialah apa yang kelihatan dalam angan- angan, bermimpi berati melihat atau mengalami sesuatu. Jadi bermimpilah ...
Ada satu lagi mimpi nakal yang sedang dipersimpangan jalan. Aku ingin satu hari saja hidup atau jalan bersama seorang 'pangeran ku', tapi untuk mimpi yang satu ini aku selalu memohon pada Allah, "Ya Allah bimbinglah aku ke jalan yang benar"......
Januari 14, 2009
Negakholik
Orang seperti ini selalu berpikir bahwa orang lain salah, aneh, kampungan dan berbagai jenis keburukannya. Sehingga terkesan sinis jika melihat kelebihan yang dimiliki orang lain baik dari sisi materi maupun prestasi, termasuk iri jika kita bisa berdekatan dengan seorang atasan kita di tempat kerja.
Kebiasaan- kebiasaan saling menekan dan menyikut orang lain dalam dunia pekerjaan sekarang ini dianggap hal yang biasa, masih beruntung di tempat kerjaku yang berada di lingkungan keislaman yang kental hal ini tidak terlalu terlihat secara jelas, jika kita mengutif dari buku Kubik Leadershipnya Jamil Azzaini, hal- hal tersebut akan termasuk menjadi tabungan energi negatif yang suatu saat tabungan tersebut akan mencair, seperti juga tabungan energi positif yang biasanya pencairannya akan datang saat kita sama sekali tidak menduganya.
Yang tidak kalah mengherankan adalah jika orang- orang yang termasuk dalam salah satu manager harus menekan temannya sesama manager atau bahkan bawahannya atau juniornyapun yang baru memasuki dunia kerja harus mendapatkan tekanan pula, di dunia pekerjaan yang telah saya nikmati selama kurang lebih lima belas tahun ini masih saja ada orang- orang yang disebut dengan negakholik yaitu orang- orang yang selalu tega mengitimidasi teman- temannya, mencela ketika pekerjaan kita kurang memuaskan, iri dan sisnis melihat keberhasilan orang lain atau istilahnya Aa Gym ialah SMS, Senang Melihat orang Susah dan Susah Melihat orang Senang.
Karakter orang yang memiliki sifat negakholik ini sangat sulit dihilangkan hal tersebut terus ia lakukan terutama terhadap juniornya, ia akan selalu mencari- cari kesalahan orang lain, terutama jika si juniornya diberi kesempatan untuk menyelesaikan tugas- tugas baru yang dianggapnya memiliki potensial untuk lebih maju.
Untuk mengahadapi orang- orang yang memiliki karakter negakholik ini kita memang harus pandai- pandainya memanage perasaan kita sendiri, atau mungkin lebih baik kita selalu merasa beruntung dan menikmati kelebihan yang kita miliki, maka perbanyaklah kalimat syukur, hindari mengeluh karena ketika Anda mengeluh, Anda melepaskan energi- energi negatif ke alam semesta yang akan menarik hal- hal negatif ke dalam hidup Anda. Begitu pula sebaliknya. Perhatikan betul kata- kata yang Anda ucapkan dan yang tidak terucapkan di hati.
PERCAYALAH PADA HUKUM TARIK MENARIK
Anda akan mendapatkan apa yang ada pikirkan meskipun anda tidak menginginkannya.Seperti hukum gravitasi bumi hukum ini akan berlangsung secara otomatis, jadi lebih baik kita mengabaikan orang – orang yang memiliki sifat negakholik tadi lebih baik kita berpikir apa yang kita suka sebab hidup Anda akan dipenuhi oleh hal- hal yang Anda sukai. Seperti sebuah ungkapan yang sangat sering kita dengar ”Orang kaya makin kaya, yang miskin makin...” ungkapan tersebut benar karena kita sangat yakin dan percaya bahwa itulah kenyataan yang terjadi sekarang sebab orang kaya mengerti dengan kewajiban- kewajibannya untuk segera mengeluarkan zakat dan sodaqohnya secara ikhlas sedangkan orang yang miskin akan selalu berkeluh kesah dengan segala kekurangannya dengan mengabaikan segala kewajibannya dengan dalih "orang miskin tidak wajib mengeluarkan zakat.
Hal tersebut belaku pula untuk orang- orang yang bersifat 'negakholik' sebab ia selalu merasa iri dengan peruntungan orang lain.
November 18, 2008
Lulus Sertifikasi
(Kita semua saudara)
DAFTAR SERTIFIKASI GURU TAHUN 2008
SD BINA INSANI BOGOR
NO. NAMA GURU NILAI PORTOFOLIO KETERANGAN
1 MAT ALI KARJAM, S. PD. SD. A LULUS
2 SUBANA HAZARPRIADI, S. PD. SD. A LULUS
3. INA FAJRIAH, S. PD. A LULUS
4. DHINI TRISNA DIANA, S. PD. A LULUS
5. EEN ANGGRAENI, S. PD. A LULUS
6. JUWARIYAH, S. PD. SD. A LULUS
7. DRA. SRI MIARTI A LULUS
8. MUHAMAD SANUSI, S. IP. A LULUS
9. YENI NURAENI, S. PD. A LULUS
10. SUDARJAT, S. SOS. A LULUS
11. DRA. NELLA ALDRIANI A LULUS
12. MARIYATUL QIFTIYAH, S. PD. A LULUS
13. ROHMAWATI, S. PD. A LULUS
14. BUDIYANA, S. PD. A LULUS
15. YEYEH NURYATI, S. PD. A LULUS
16. DRA. TARI SUTIRAH A LULUS
Terimakasih Allah yang selalu memberikan kemudahan dalam setiap kesulitan, buat Ibu dan Bapak walaupun jauh, aku tahu doamu selalu untuk kami anak- anakmu itu baru terasa sekarang.
Spesial buat Bapak Heru Tarusan Belom,Thank you so much. apapun kata orang Bapak selalu "the best forever"
Agustus 29, 2008
Konsep Dasar Pendidikan, Tantangan Bagi Guru masa Depan
Oleh :Mohammad Fakry Gaffar
Universitas Pendidikan Indonesia
KONSEP DASAR PENDIDIKAN
Hakekat manusia sebagai ciptaan Allah memiliki karakteristik khusus yang memiliki :
- Fisik
- Psikologis
- Potensi untuk tumbuh dan berkembang
Sehingga manusia- manusia tersebut memerlukan pendidikan dengan memiliki akal sebagai potensi intelektual, EI, SQ
Potensi- potensi yang dimiliki oleh setiap manusia ialah :
- Intelektual
- Emosional
- Phisical
- Spiritual
- Motivasi
- Potensi- potensi tersebut yang akan tumbuh dan berkembang seiring dengan terpenuhinya kebutuhan hidup manusia, maka sebagai tantangan hidup yang antara lain ialah :
- Ekonomi
- Sosial kultur
- Kemanusiaan
- Politik dan keamanan
- Spiritual
- Emosional
- Pendidikan
MANUSIA & PENDIDIKAN MANUSIA TUMBUH & BERKEMBANG POTENSI PENDIDIKAN
Makna Pendidikan :
1. Pendidikan adalah melakukan suatu proses pendidikan agar manusia dapat
berubah perilakunya setelah melalui proses pendidkan sehingga
berkembang menjadi tumbuh dan optimal sesuai dengan potensi yang
dimiliki oleh manusia tersebut.
2. Pendidikan adalah proses membentuk, membantu dan membimbing serta
mengarahkan segenap potensi dan perilaku untuk menjadi matang dan
sempurna
3. Esensi Pendidikan
Dalam proses pembelajaran tidak seharusnya memposisikan peserta
didiksebagai pendengar ceramah guru, tetapi harus diberdayakan agar mampu :
Learning Learning to know Learning to Do Learning to be Learning to live together in peace and harmoni
1. Learning to know, peserta didik di ajak untuk mampu membangun pemahaman dan pengetahuannya terhadap dunia di sekitarnya sehingga mereka mampu mengetahui dan membangun dirinya dari proses belajar yang ia peroleh di sekolah
2. Learning to do, Siswa mau dan mampu berbuat untuk memperkaya
pengalaman belajarnya dengan meningkatkan interaksi dengan
lingkungannya baik lingkungan fisik, sosial maupun budaya.
3. Learning to be, Siswa diharapkan untuk mampu membangun pengetahuan dan kepercayaan dirinya dari hasil interaksi dengan lingkungannya
Learning to live together in peace,Kesempatan beerinteraksi dengan individu atau kelompok yang bervariasi akan membentuk kepribadiannya untuk memahami kemajemukan dan melahirkan sikap- sikap positif dan toleran terhadap keanekaragaman dan perbedaan hidup.
F Learning
- Proses Learning
a. Instrumental inputb.
b. Raw input
c. Invironmental input
d. Output
2. Learning components
a. Murid
b. Guru
c. Kurikulum
d. Fasilitas
e. Sumber daya
f. Manajemen
g. Leadership
h. Quality control
i. Evaluasi
- Lingkungan belajar
- What to learn
- Values
- Knowledge
- Transferable skills
5. How to learn, guru , teaching strategies, output
GURU SEBAGAI PROFESI:
Tantangan Bagi Masa Depan Guru
POTENSI PESERTA DIDIK
Potensi tumbuh dan berkembang
Pertumbuhan dan perkembangan dipengaruhi berbagai faktor dari lingkungan
Pendidikan mempengaruhi dan membentuk peserta didik secara serasi, seimbang, sempurna dan total.
TUGAS POKOK GURU
Membantu, membimbing dan mengarahkan pertumbuhan peserta didik secara sistematis dan komprehensif.
Memotivasi peserta didik untuk belajar secara kreatif.
Mengajar peserta didik dengan berbagai ilmu pengetahuan.
Menanamkan nilai perilaku mulia.
Membangun watak dan kepribadian.
Menumbuhkan nilai sosial dalam perilaku peserta didik.
PERSYARATAN PROFESI GURU
ILMU PENDIDIKAN
Learning strategies
Philosophies
Pengembangan kurikulum
Educational technology
ICT : Aplikasi dalam PBM
PSIKOLOGI
Teori Belajar
Development Technology
Sociology
Anthropology
Science
PENDIDIKAN PROFESI
Kelanjutan pendidikan S1
Fokus pada proses belajar mengajar
Konteks manajemen sekolah
Aplikasi ICT
Pengembangan model-model mengajar
PBM Action Researches
AREA STRATEGIK KOMPETENSI GURU
- Bidang Pedagogik
Memahami dengan baik-baik dan ciri-ciri peserta didik yang tumbuh dan berkembang terus menerus.
Memahami potensi-potensi anak didik dan cara membantu mengembangkan dengan serasi, seimbang dan total.
Memahami teori belajar termasuk didalamnya bagaimana proses belajar itu terjadi dan bagaimana setiap anak memiliki karakteristik khusus yang tidak sama.
Menguasai berbagai model dan strategi pembelajaran sehingga murid betul-betul belajar dengan efektif dan kreatif.
Menguasai cara-cara menerapkan ICT dalam proses pembelajaran sehingga proses pembelajaran berjalan dengan efektif.
Menguasai bahasa Indonesia yang baik dan benar yang dipergunakan sebagai medium of instruction yang efektif.
- Menguasai bagaimana pendekatan pedagogik dalam setiap menghadapi permasalahan pembelajaran yang melibatkan peserta didik.
- Menguasai bagaimana merancang proses belajar mengajar yang komprehensiv yang mencakup berbagai unsur yang diperlukan dalam suatu proses pembelajaran yang produktif.
- Menguasai bagaimana menilai kemajuan belajar peserta didik secara total.
- Menguasai bagaimana membimbing anak bila menghadapi persoalan dalam pembelajaran.
- Menguasai prinsip dan proses bagaimana mengelola proses belajar mengajar termasuk mengelola kelas sehingga tercipta suasana belajar yang kondusif dan hidup serta memungkinkan terjadinya dan tumbuhnya kreativitas anak dalam pembelajaran.
- Bidang Kepribadian
1. Memiliki komitmen dan kemauan tinggi dalam melakukan tugasnya sebagai guru profesional.
2. Memiliki rasa kasih sayang kepada peserta didik tanpa membeda bedakan.
3. Memiliki rasa tanggung jawab yang kokoh dalam melaksanakan fungsinya sebagai guru.
Berakhlak mulia.
- Bidang Profesional
1. Menguasai substansi atau materi atau isi teaching subjects atau mata pelajaran yang menjadi bidang keahlian
2. Menguasai learning equipment dan learning resources yang diperlukan dalam proses belajar mengajar.
3. Menguasai bagaimana mengolah learning resources dari lingkungan hidup sehingga dapat dipergunakan untuk mendukung proses pembelajaran.
4. Menguasai bagaimana menerapkan teknologi informasi dalam upaya meningkatkan efektivitas belajar anak.
5. Menguasai bagaimana menyusun rencana pelajaran yang mengemas isi, media teknologi dan values dalam setiap proses pembelajaran.
- Bidang Sosial
1. Memahami berbagai faktor yang berpengaruh dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung proses pembelajaran.
2. Mengerti berbagai faktor sosial-kultural dan ekonomi yang berpengaruh terhadap proses pendidikan peserta didik.
3. Memahami pentingnya hubungan antara sekolah dengan orang tua dan tokoh masyarakat yang berpengaruh terhadap proses pendidikan anak disekolah secara langsung atau tidak langsung.
4. Mengerti nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku dan dijunjung tinggi oleh masyarakat yang merupakan pegangan hidup, yang memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan watak dan kepribadian peserta didik.
5. Memahami pendekatan-pendekatan yang diterapkan disekolah untuk menarik masyarakat untuk berperan serta dalam pendidikan putra-putri mereka disekolah sesuai dengan kapasitas dan fungsi mereka.
PENGAKUAN DAN PENGHARGAAN
Guru sebagai profesi: UU Guru
Sistem insentif tersendiri yang layak dan bermartabat
LPTK menempati prioritas tinggi dalam pengembangan
Resume Encouraging Kelly

Dikutip dari buku “ Chiken Soup for The Teachers Soul” ditulis oleh Jack Canfiel and Mark Victor Hansen
“Satu nilai Pendidik yang terbaik adalah kemampuan untuk memimpin murid- muridnya menjadi berhasil mendorong ketempat yang tidak pernah dilalui oleh pendidik sebelumnya”
Thomas Groome
Hari pertama saya mengajar, saya ingin memberikan penampilan yang terbaik dan berkesan karena saya sudah dibayar untuk bekerja dengan penuh semangat pada sekelompok siswa yang berusia 4 tahun. Banyak orang tua yang mengantarkan anak- anaknya ke ruang kelas. Saya mencoba menenangkan tangisan anak- anak, kekhwawatiran ibu dan ketegangan ayah. Akhirnya saya mengajak anak- anak tersebut untuk duduk di karpet dan ketika kami siap untuk memulai melewati waktu pagi hari.
Kami membuat lingkaran untuk melakukan lagu berirama ”Old Mc. Donals” . Tiba- tiba pintu terbuka dan ada seorang wanita misterius dengan tenang mengamati ke dalam kelas Ia berdiri di sebelah pintu, saya mencoba tersenyum dan berbicara dengan anak- anak, walaupun sebetulnya saya sangat gugup. Siapakah wanita tersebut?Mengapa ia disini? Apa yang sebenarnnya ia hadapi? Ketika saya menoleh kembali ke pintu, ternyata ia sudah pergi.
Hari ini berjalan dengan lancar seperti biasanya, seiring berjalanya waktu anak- anak dan saya melakukan aktivitas fisik dan emosi yang mulai meningkat. Tiba- tiba atasan saya datang dan mengatakan untuk bertemu dengan saya hari ini juga.
Hatiku berdebar- debar. Apakah ada sesuatu yang dilakukan oleh perempuan yang telah mengamati kelasku tadi? Apakah ada yang salah dengan lagu yang telah aku pilih tadi? Apakah lingkaran lagu tadi terlalu panjang? Atau terlalu pendek? Ketika tiba di kantor perasaan saya mulai tak menentu. Saya memilih duduk di kursi yang paling pinggir, sambil menunggu jatuhnya sebuah keputusan. Direktur saya mengatakan wanita yang baru saja mengamati kelas saya tadi. Ia adalah orang tua potensial dan konsentrasi penuh terhadap sekolah, ia mengatakan bahwa anak perempuannya yang sejak lahir memiliki cacat bawaan sehingga ia harus memakai alat bantu penahan kaki dari bawah lutut, lalu bagaimana jika dimasukkan ke dalam kelas umum, karena ia membutuhkan bantuan untuk masuk dan keluar dari kelas.
Keseimbangannya mudah goyah, dan ia memiliki kecenderungan untuk jatuh jika berdesak- desakan di tempat yang datar sekalipun, sehingga kita harus selalu mengingatkan anak- anak lain agar berhati- hati jika berjalan di dekatnya karena jika terjadi sedikit saja kecelakaan akan menyebabkan ia terjatuh.
Direktur saya mengatakan bagaimana jika anak tersebut dimasukan di kelas reguler yang saya pimpin, sebagai anggota kelompoknya.
Saya kehilangan kata- kata, saya pikir ini sebuah keajaiban jika saya bisa bertahan selama lima belas tahun bekerja sebagai guru dan empat tahun hidup di Amerika Utara, kini saya harus melayani anak-anak dengan kebutuhan khusus?
Akhirnya saya menyetujui sebagai jawaban dan mencoba menerima anak tersebut di kelas saya sebagai suatu tangtangan yang harus dilalui.
Malam harinya saya tidak bisa tidur, saya gelisah sampai pagi hari, pagi haripun saya harus mengemudikan dengan perasaan yang tegang.
(dengan perut yang mulas- mulas).
Di sekolah kami berkumpul di atas karpet sebagai ritual dipagi hari,
Tiba- tiba pintu terbuka datanglah seorang ibu dengan menuntun seorang anak perempuannya. Ia memperkenalkan diri sebagai orang tuannya Kelly dengan hati- hati ia membawa Kelly duduk di atas karpet. Saya menatap Kelly ia pun manatapku, ”Selamat datang di kelas kami Kelly, Kami senang kamu bergabung di kelas ini.”
Hari pertama berjalan dengn lancar, Kelly hanya terjatuh dua kali. Setelah beberapa hari membimbing/ menuntun Kelly keluar masuk halaman, saya mulai berpikir, Mengapa tidak mendorongnya untuk ke luar dan masuk kelasnya sendiri saja? Saya berbicara kepada Kelly jika ia akan menuju pintu masuk dan pintu keluar, ia harus mencoba melakukannya sendiri, untuk pertama kali ia pun mampu melakukan sepuluh langkah, kami berdua bergetar, Tetapi para asistenku khawatir karena saya terlalu mendorong/ memaksa Kelly yang lemah untuk mulai berjalan. Tetapi mereka mempersilahkan saya untuk membawa Kelly keluar dari kelas dan duduk di kursi halaman agar mampu mengamati anak- nak lain yang sedang bemain dan berlari di halaman sekolah.”Hal ini akan lebih mudah dilakukan.” bisik Asistenku. Tetapi Kelly berkeras hati dan ingin sekali untuk memberikan hal yang terbaik yang ia lakukan.
Kami mulai memiliki tugas berat untuk berjalan setiap hari menuju aula. Mata saya berkedip ketika melihat Kelly yang bersalan tidak seimbang ia sulit mebimbangi tubuhnya yang terlalu miring ke kanan, tetapi ia hanya tertawa terkikih- kikih, dan mengatakan kepadaku tidak usah cemas, ia begitu baik dan sempurna melakukannya. Saya menghargai usahanya dan hanya mengamati di aula, kemudian saya mengulurkan lengan untuk membantu keseimbangannya.
Hari- hari berikutnya saya dan Kelly meneruskan untuk berjalan perlahan menyusuri koridor. Saya membuat catatan kemajuannya di dinding kelas. Setiap hari coretan kemajuannnya semakin banyak. Dan semakin jauh Kelly melangkah. Teman- teman Kelly memberitahukan dan bergembira karena Kelly sudah berhasil berjalan walaupun masih dengan susah payah.
Setelah beberapa minggu, Kelly berhasil melakuan latihan berjalan menuju halaman, ia menunjukkan perkembangan yang positif, ia berhasil dan mulai berani untuk bertepuk tangan dan mendapatkan pelukan- pekukan hangat, kebagai kehormatan untuknya asistenku menyediakan kue- kue kecil sebagai bentuk perayaan atas keberhasilan Kelly yang begitu hebat. Hari demi hari telah berlalu menjadi beberapa minggu, Kelly terus berjalan keluar halaman setiap pagi, tidak jarang kami membawa/memperlakukannya dengan bebas sebagaimana ia anak yang normal.
Satu minggu pada pertengahan bulan Desember Kelly tidak masuk beberapa hari. Saat Saya Telpon ke rumahnya, ia mengatakan bahwa.
Ia pergi ke Manhattan untuk pemeriksaan kesehatan tahunannya di dokternya.
Senin pagi, ketika ibunya mengantarkan Kelly ke sekolah, ia menanyakan apa yang yang saya lakukan pada Kelly, saya tidak mengerti, sehingga ada pertanyaan ”Apakah anda memaksa agar Kelly bisa berjalan?”
Kaki Kely sangat lemah dan mungkin akan membutuhkan kursi roda sepanjang hidupnya. Saya bilang pada ibunya yang begitu santun dan lembut, bahwa saya hanya mendorongnya agar ia bisa berjalan sendiri ke halaman. Saya menjelaskan pula bahwa ia kelihatan senang jika berjalan sendiri. Ibu Kelly memaikan rok(baju perempuan) untuk menunjukkan padaku bahwa alat bantu yang terletak di kakinya kini telah berpindah pada pergelangan kakinya.
”Kakinya telah mendapat latihan/ kemajuan lebih cepat beberapa bulan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. ”Ia memdandangku dengan tangisan dimatanya. ”Saya tidak tahu harus bagaimana harus mengucapkan terimakasih dengan apa yang telah anda lakukan pada putri saya.” Saya memeluknya, merupakan satu kehormatan buat saya mendapatkan Kelly di kelas saya.
Tujuh belas tahun kemudian, saya masih berpikir jika teringat kembali pada Kelly yang telah membuatnya terjatuh dan berhasil berjalan. Ketika saya sedang merasa buruk saat mengajar dan ketika sedang baik saat mengajar,saya teringat dan berpikir tentang Kelly yang selalu tersenyum dan gembira seperti ketika ia berhasil melangkahkan kakinya dengan baik dan penuh keseimbangan berjalan ke luar dan masuk dengan baik. Ia memberikan hikmah satu langkah dalam menghadapi masalah, ia mengajariku bahwa jika tidak ada rintangan yang begitu besar dalam hidup pada masa yang akan datang. Anda hanya membutuhkan untuk menjaga pekerjaan tersebut dengan satu langkah dalam satu waktu.
Resume ini ditulis untuk mengikuti sayembara penulisan resume di Sekolah Bina Insani
(termasuk dalam 10 penulis terbaik/ urutan 8)